Peran Kegiatan Bermain Sensori Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia 2–3 Tahun di Kelompok Bermain Fun With Qur’an
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan bermain sensori dalam mengembangkan motorik halus anak usia 2–3 tahun di Kelompok Bermain Fun With Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian anak usia 2–3 tahun dan pendidik sebagai narasumber. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selama lima minggu kegiatan, anak-anak mengikuti lima jenis permainan sensori: bermain pom-pom, menjepit lebah, bermain gilingan jagung, memeras jeruk, dan bermain jepitan jemuran. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan kemampuan koordinasi tangan-mata, kekuatan jari, serta ketelitian dan konsentrasi anak dalam setiap aktivitas. Kegiatan bermain sensori terbukti efektif sebagai sarana stimulasi motorik halus yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Downloads
Article Details
Section
How to Cite
References
Asmurita, Y., & Pransiska, R. (2019). Peningkatan Motorik Halus Melalui Kreasi Pom-pom di Taman Kanak-Kanak Permata Bunda Sitanang Kabupaten Agam. Jurnal Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 4(2), 1-12.
Aulina, C. N. (2017). Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. Surabaya: UMSIDA Press.
Dewi, S. M. (2025). Analisis Kegiatan Sensory Play Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia 2–3 Tahun. Jurnal Riset Pendidikan Guru PAUD, 5(1), 51-56.
Harahap, R. U. (2025). Implementasi Permainan Sensori Dalam Stimulasi Motorik Halus Anak Usia 1–2 Tahun. Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO, 5(1), 33-40.
Irawati, L. (2023). Implementasi Pembelajaran Practical Life dan Sensorial Untuk Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini di Omah Uthie Daycare Cibinong. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(11), 8514-8540.
Iswahyuni, V., Muslihin, H. Y., & Rahman, T. (2023). Perkembangan motorik halus anak usia 2–3 tahun melalui permainan sensori di daycare. Jurnal Agapedia, 5(2), 17-24.
Khadijah, & Amelia, N. (2020). Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini: Teori dan praktik. Medan: Prenada Media.
Laksana, D. N., dkk. (2021). Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. Jakarta: Prenadamedia Group.
Moeslichatoen. (2006). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Departemen Kebudayaan.
Muarifah, A., & Nurkhasanah. (2019). Identifikasi keterampilan motorik halus anak. Journal of Early Childhood Care and Education, 2(1), 14-20.
Munzilin, I. A., dkk. (2021). Meningkatkan Minat Belajar Anak Dengan Pembelajaran di Luar Kelas Melalui Penerapan “Sensory Play” di KB Puspa Giri Indro. Dedikasimu: Journal of Community Service, 3(1), 647-657.
Purwati, S. (2024). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Menggunakan Permainan Plastisin di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 25 Medan. Jurnal Al-Hanif: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting, 4(2), 62-67.
Rudiyanto, A. (2016). Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus Anak Usia Dini. Lampung: Darussalam Press.
Sidiq, N. J., dkk. (2025). Pentingnya Bermain Sensori Untuk Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan, 1(1), 10-22.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widayanti, M., Sulyandari, A. K., & Setiawan, E. (2025). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Sensory Play 3M Anak Usia 4–5 Tahun di TKM NU Al Masyithoh 3 Sidoluhur Lawang. Jurnal Dewantara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 7(2), 41-46.